Tag: Israel

Israel Menyerang Kota Pelabuhan Hodeidah Yaman

Israel Menyerang Kota Pelabuhan Hodeidah Yaman

Israel menyerang Kota pelabuhan Hodeidah di Yaman. Media yang dikelola Houthi mengatakan serangan udara Israel telah menargetkan fasilitas penyimpanan minyak di kota pelabuhan Yaman, Hodeidah. Dan ada sejumlah korban jiwa dan cedera yang tidak disebutkan jumlahnya.
Militer Israel mengatakan pihaknya menyerang “target militer” milik Houthi sebagai respons setelah serangan terhadap Israel. Pada hari Jum’at, serangan pesawat tak berawak yang dikirim oleh Houthi menewaskan satu orang di pusat kota Tel Aviv dan melukai sedikitnya 10 orang lainnya.

Kementerian Kesehatan Gaza juga mengatakan militer Israel telah menewaskan sedikitnya 37 orang dan melukai 54 lainnya selama 24 jam terakhir. Ketika menargetkan rumah-rumah keluarga di wilayah yang di kepung dan serta di bombardir.
Total sudah 38.919 orang tewas dan 89.622 orang luka-luka dalam peristiwa perang Israel di Gaza. Jumlah korban yang tewas di Israel akibat serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023 lalu diperkirakan mencapai 1.139 orang, dengan puluhan orang masih berada di Gaza sebagai tawanan Hamas.

Menteri Senior Israel Boikot Pemungutan Suara Untuk Menyetujui Serangan Yaman

Baru-baru ini, Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich serta Menteri Kehakiman Yariv Levin telah memboikot rapat kabinet keamanan di mana rapat tersebut bertujuan untuk menyepakati keputusan menyerang pelabuhan Hodeidah Yaman dibuat. Media Israel melaporkan, dengan mengatakan bahwa mereka tidak diberi tahu tentang rencana tersebut sebelumnya.
Dilansir dari Diklatgeospasial.com Channel 12 melaporkan bahwa para menteri menolak hadir setelah dipanggil ke rapat hanya 45 menit sebelumnya. Kantor berita yang berada di Walla mengatakan informasi yang relevan sudah dikirim dari lembaga pertahanan ke Knesset karena Informasi serangan tengah berlangsung.
Perselisihan dalam pemerintahan koalisi Israel telah memanas semenjak dimulainya perang di Gaza.

Dua Tentara Israel Terluka Dalam Serangan Hizbullah

Militer Israel mengatakan bahwa ketika kedua prajurit tersebut terluka ringan dan sedang dalam serangan pesawat tak berawak bermuatan bahan peledak oleh Hizbullah di Daratan Tinggi Golan utara yang di duduki.
Menurut para militer, beberapa pesawat tak berawak memasuki wilayah udara Israel dan Israel meluncurkan rudal kearah mereka. Namun, militer mengatakan pesawat tak berawak itu tidak dicegat, yang akhirnya menyebabkan kedua prajurit Israel tersebut terluka.

Gencatan Senjata di Gaza adalah Kunci de-Eskalasi Regional

Israel Menyerang Kota Pelabuhan Hodeidah Yaman

Serangan Israel terhadap pelabuhan Hodeidah di Yaman merupakan demonstrasi terkini bahwa kekhawatiran akan eskalasi regional terbukti berdasar. Kata HA Hellyer, peneliti senior di Royal United Services Institute di London.

“Israel mungkin berpikir bahwa mereka dapat membalas kali ini saja tanpa meningkatkan serangan ke tingkat yang lebih tinggi. Tetapi Houthi telah mengatakan bahwa mereka akan membalas dan merespons,” kata Hellyer kepada Al Jazeera.

“Serangan ini tidak akan menghilangkan tekad Houthi atau membangun pencegahan Israel. Yang dilakukannya hanyalah menampilkan Houthi sebagai musuh yang sepadan dan mereka mungkin akan mendapat banyak keuntungan dari itu.”

Analis tersebut mengatakan Houthi menegaskan bahwa mereka hanya akan berhenti jika kesepakatan gencatan senjata tercapai di Gaza. Tindakan mereka selama jeda sementara dalam pertempuran di Jalur Gaza awal tahun ini menunjukkan bahwa mereka menganggap serius janji tersebut.

Israel Masih Terus Bom Sekolah-Sekolah di Gaza

Israel Masih Terus Bom Sekolah-Sekolah di Gaza

Israel masih terus bom sekolah-sekolah di Gaza. Mengapa orang-orang Palestina masih terus berlindung di gedung-gedung sekolah di Gaza? sedangkan Israel masih terus mengebom sekolah-sekolah yang terdapat di Gaza. Warga Palestina yang mengungsi masih berharap mendapatkan perlindungan dan akses ke perlengkapan terbatas di sekolah-sekolah Gaza yang dikelola PBB. Kabar buruknya adalah, hingga saat ini total delapan sekolah yang di kelola PBB sebagai tempat berlindung warga Palestina di gaza hancur di bom Israel kurun waktu 10 hari terakhir. Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNRWA) mengatakan total 120 lembaga pendidikan mereka terkena dampak sejak Israel mulai perang pada 7 Oktober di Gaza. Baca juga “Israel Bom 6 Sekolah PBB di Gaza

Para keluarga yang tinggal mengungsi di ruang kelas yang sudah tidak digunakan lagi menghadapi kelelahan dan trauma. Serta kondisi tempat penampungan yang penuh sesak, tidak sehat dan melampaui kapasitasnya. Meskipun dalam kondisi sulit dan sangat beresiko di bombardir, banyak yang mencari tempat relatif aman di sekolah-sekolah PBB. Sebagian berpedoman pada memori perang masa lalu, tempat ini menjadi tempat berlindung dan setidaknya sejak 2017. Beberapa diantaranya dirancang berfungsi ganda sebagai tempat berlindung darurat dengan fasilitas listrik, sanitasi, dan generator tambahan.

Perlindungan Warga Palestina

“Kamu berharap afiliasi PBB melindungi kamu?” kata jurnalis Muhammad Mhawis, 25 tahun, yang berlindung di sekolah yang di kelola oleh PBB bersama istri, anak berusia dua tahun, setelah serangan Israel menghancurkan rumah mereka pada bulan Desember, menjebak mereka dibawah reruntuhan selama 2 jam sampai tetangga menggali dan menyelamatkan mereka dari runtuhan tersebut.

“Kamu perlu ingat, hanya ada sedikit komplek perumahan atau tempat lain di Gaza yang bisa anda jadikan tempat berlindung” katanya mengingat bagaimana para tetangga nya telah membawa keluarga yang terluka itu masuk setelah menyelamatkan mereka. Sekarang menjadi jelas apartemen itu penuh sesak. Namun pemboman dan serangan darat Israel di lingkungan tempat mereka berlindung memaksa keluarganya berjalan kaki selama satu setengah jam. Ke sekolah terdekat yang dikelola PBB, yang biasa ditempuh dengan waktu 15 menit jika menggunakan mobil.

“Itu titik pusat. Tidak ada tempat lain dimana anda bisa mengakses bantuan atau obat-obatan,” katanya, berbicara dari kairo tempat keluarganya sekarang tinggal. “Yang jelas tidak banyak. Semuanya terbatas. Anda menghabiskan seluruh waktu untuk mengantri untuk mendapatkan yang lebih sedikit. Tetapi itu berarti sesuatu”.
Mohammed menambahkan, bahwa, dari sudut pandang praktis, Anda tidak dapat berbagi apa yang tidak anda miliki. Semakin banyak orang di sekolah berati semakin dikit pula makanan, minuman serta obat-obatan yang tersedia”.

Di musim dingin, kasur dan selimut sangat terbatas dan warga pengungsi disana terpaksa mengonsumsi air yang telah terkontaminasi. Sehingga menyebabkan resiko jatuh sakit dan selalu ada ancaman pengeboman.

Hamas Tolak Tuduhan HRW atas Kejahatan Perang 7 Oktober

Hamas Tolak Tuduhan HRW atas Kejahatan Perang 7 Oktober

Hamas Tolak Tuduhan HRW atas Kejahatan Perang 7 Oktober

Kelompok hak asasi manusia mengatakan dalam laporan terbaru, Kelompok bersenjata Palestina melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam serangan tahun lalu di Israel. Hamas tolak tuduhan HRW atas kejahatan perang 7 Oktober.

Hamas dan kelompok bersenjata Palestina lainnya melakukan sejumlah kejahatan terhadap kemanusiaan, termasuk pembunuhan singkat dan kekerasan seksual, selama serangan mereka terhadap Israel pada tanggal 7 Oktober, menurut laporan yang dikeluarkan oleh Human Rights Watch (HRW).

Serangan mendadak terhadap Israel tersebut bertujuan untuk membunuh warga sipil dan menangkap sebanyak mungkin tawanan, menurut laporan yang dirilis pada hari Rabu. Hamas mengecam publikasi tersebut, dengan mengatakan bahwa publikasi tersebut penuh dengan “kebohongan dan bias yang mencolok”.

114 Saksi dan Dokumentasi Foto serta Video Ekstensif

Berdasarkan dari wawancara dengan 144 saksi dan dokumentasi foto serta video yang ekstensif. Laporan tersebut mengatakan sayap militer Hamas, Brigade Qassam. Dan setidaknya empat kelompok bersenjata Palestina lainnya yang diidentifikasi terlibat dalam serangan tersebut. “Melakukan sejumlah kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan terhadap warga sipil”.

“Mustahil bagi kami untuk menyebutkan jumlah kejadian-kejadian tertentu.” Kata direktur asosiasi HRW Belkis Wille, tetapi “jelas ada ratusan kejadian pada hari itu.”

Hamas Menutuh Adanya Bias yang Nyata

Kejahatan yang dimaksud itu termasuk “serangan yang disengaja dan membabi buta terhadap warga sipil dan objek sipil. Pembunuhan yang disengaja terhadap orang yang ditahan, perlakuan kejam dan tidak manusiawi lainnya. Kekerasan seksual dan berbasis gender, penyanderaan, mutilasi dan perampasan (perampasan) tubuh, penggunaan perisai manusia, dan penjarahan”.

“Penelitian Human Rights Watch, menemukan bahwa serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober lalu di rancang untuk membunuh warga sipil dan menyandra sebanyak mungkin orang-orang,” kata Direktur krisis dan konflik HRW, Ida Sawyer. “Kekejaman yang terjadi pada 7 Oktober lalu seharusnya memicu seruan global untuk bertindak guna mengakhiri semua pelanggaran terhadap warga sipil di Israel dan Palestina.”

Jumlah korban tewas di Israel akibat serangan yang dipimpin hamas diperkirakan sekitar 1.140 orang. Dan sekitar -+240 orang juga di sandera pada saat serangan tersebut. Sementara puluhan orang masih ditahan di Gaza.

 Sebagai tanggapan, Israel melancarkan perang di Gaza yang telah menewaskan sedikitnya 38.794 orang Palestina dan Melukai 89.364 orang. Menurut Kementrian Kesehatan daerah itu, dan kini bulan ini telah memasuki bulan ke 10.

Hamas dengan tegas juga membantah temuan yang disajikan oleh kelompok hak asasi manusia tersebut. Dan menuntut HRW untuk mencabut laporan tersebut dan meminta maaf. “Kami menolak kebohongan dan bias terang-terangan terhadap pendudukan serta kurangnya Profesionalisme dan Kredibilitas dalam laporan Human Rights Watch,” kata Hamas.

Israel Bom 6 Sekolah Yang Dikelola PBB Kurun Waktu 10 Hari

Kurun Waktu 10 Hari Israel Bom 6 Sekolah Yang Dikelola PBB

Israel Bom 6 Sekolah Yang Dikelola PBB Kurun Waktu 10 Hari
Militer Israel bom 6 sekolah yang dikelola PBB. Israel telah mengebom sekolah lain yang dikelola Perserikatan Bangsa-Bangsa serta “zona aman” yang dirancang Israel di Jalur Gaza, menewaskan sedikitnya 42 warga Palestina dan melukai puluhan lainnya, menurut pejabat Palestina.
Serangan Israel pada hari Selasa menghantam sekolah PBB al-Razi di kamp pengungsi Nuseirat dan jalan utama yang dipenuhi kios-kios pasar di daerah selatan al-Mawasi, tempat ribuan warga Palestina yang mengungsi mencari perlindungan.
Setidaknya 25 orang tewas di al-Razi sementara 17 orang tewas di al-Mawasi, kata Kantor Media Pemerintah Gaza. Lebih dari 70 orang terluka dalam serangan tersebut.

Serangan ketiga Israel terhadap Beit Lahiya di Gaza utara juga menewaskan lima warga Palestina lainnya, kata sejumlah pejabat.
Pengeboman al-Razi adalah serangan Israel keenam terhadap sekolah-sekolah yang berafiliasi dengan PBB dan badan-badannya dalam 10 hari terakhir.
Rekaman video yang diverifikasi oleh lembaga pemeriksa fakta Ivysinglesdc, Sanad, menunjukkan seorang pemuda membawa sisa-sisa roket yang menargetkan sekolah tersebut.
“Saya tidak bisa menggambarkan pemandangan akibat kengerian pengeboman itu,” katanya.

Wartawan Media Gaza Ikut Tewas Dalam Konflik Israel-Palestina

Di antara mereka yang tewas adalah wartawan lokal Mohammad Meshmesh. Kematiannya membuat jumlah wartawan yang tewas dalam konflik tersebut menjadi 160, kata Kantor Media Pemerintah Gaza.
Hani Mahmoud dari Al Jazeera, melaporkan dari Deir el-Balah di Gaza tengah, menggambarkan pemandangan kacau di dalam Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa pada hari Selasa menyusul kedatangan orang-orang yang terluka dalam serangan sekolah.
“Serangan Israel terhadap sekolah menengah al-Razi di jantung kamp – daerah yang sangat sibuk – terjadi pada jam sibuk ketika jalan-jalan di sekitar sekolah yang penuh sesak itu dipenuhi orang,” kata Mahmoud.

Tidak Ada Tempat Yang Aman

Badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) mengatakan pasukan Israel telah menyerang hampir 70% sekolahnya di Gaza sejak perang dimulai Oktober lalu.

“Lebih dari 95% sekolah ini dijadikan tempat berlindung saat dilanda bencana. Sebanyak 539 orang yang berlindung di fasilitas UNRWA) telah tewas,” kata UNRWA di X. Tidak ada tempat yang aman. Pengabaian terang-terangan terhadap tempat PBB dan hukum Humaniter harus dihentikan.
Hamas mengeluarkan pernyataan yang mengecam. “Pemboman yang disengaja oleh Israel terhadap orang-orang terlantar di sekolah al-Razi UNRWA di kamp Nuseirat. Dan wilayah al-Mawasi di sebelah barat kota Khan Younis, yang dinyatakan sebagai wilayah aman.”

“Ini adalah suatu tindakan yang brutal dan memalukan yang mencoreng kemanusiaan. “kata kelompok itu, seraya menegaskan kembali bahwa sekutu setia dari Israel, Amerika Serikat, terlibat dalam “genosida” di Gaza.

Jumlah Korban Dalam Serangan Baru Israel di Gaza

Jumlah Korban Dalam Serangan Baru Israel di Gaza. Israel baru saja memberikan serangan kembali ke daerah Gaza, dalam serangan terbaru tersebut. Setidaknya 17 orang termasuk anak – anak tewas. Dan 26 lainnya terluka dalam serangan udara Israel dekat dengan area tenda penampung keluarga yang mengungsi di Khan Younis. Menurut Kementerian Kesehatan di Gaza. Setidaknya 23 orang tewas dan 73 lainnya terluka dalam serangan terhadap sebuah sekolah di kamp pengungsi Nuseirat di Gaza tengah. Menurut kantor media pemerintah Gaza.

Dalam laporan situasi rutinnya, Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA). Mengatakan sedikitnya 539 warga Palestina yang mengungsi telah tewas di fasilitasnya di Gaza sejak 7 Oktober. Jumlah tersebut hanya berlaku hingga 14 Juli, jadi tidak termasuk pembunuhan 23 orang di Sekolah Al-Razi UNRWA di Nuseirat hari ini. UNRWA mengatakan sedikitnya 1.708 orang terluka di fasilitasnya selama periode tersebut. Sedikitnya 73 orang lainnya terluka dalam serangan hari ini, menurut Kantor Media Pemerintah Gaza. Baca Juga “Desakan Menlu AS atas Gencatan Senjata di Gaza

Hamas: Pengeboman Sekolah UNRWA Bukti Kebiadaban Israel

40 Orang Tewas Dalam Serangan Baru Israel di Gaza

Hamas telah mengeluarkan pernyataan yang mengecam. “Pemboman yang disengaja oleh Israel terhadap orang-orang yang mengungsi di Sekolah al-Razi UNRWA di kamp Nuseirat. Dan wilayah Al-Mawasi di sebelah barat kota Khan Younis, yang dinyatakan sebagai wilayah aman”.

“Ini adalah tindakan brutal dan memalukan yang mencoreng kemanusiaan,” kata kelompok itu. Seraya menegaskan kembali bahwa pemerintahan Biden di AS adalah mitra sekutu setianya Israel, “yang terus melakukan genosida” di Gaza.

“Pemerintahan AS , yang dipimpin oleh Presiden Biden, memikul tanggung jawab penuh atas pembunuhan sistematis terhadap rakyat kami. Dengan dukungan politik dan militernya yang berkelanjutan terhadap pendudukan dan tentaranya. Dan karena menghalangi keadilan internasional dalam mengejar penjahat perang Israel.”

Save the Children Mengutuk Serangan Israel Terhadap Sekolah dan Rumah Sakit di Gaza

Kelompok bantuan Inggris Save the Children menyebut serangan baru-baru ini terhadap sekolah dan rumah sakit di Gaza sebagai “mengerikan”.

“Sistem perawatan kesehatan dan pendidikan sedang dihancurkan di depan mata kita,” katanya di X, menyerukan gencatan senjata. “Anak-anak tidak boleh terus berada di garis depan konflik ini. Rumah sakit dan sekolah tidak boleh menjadi sasaran.”

Desakan Menlu AS Atas Gencatan Senjata di Gaza

Desakan Menlu AS Atas Gencatan Senjata di Gaza. Sementara itu, pejabat senior lainnya, Sami Abu Zuhri, mengimbuhkan komentar atas desakan yang di sampaikan oleh Menteri Luar Negeri AS. Antony Blinken yang berharap Hamas menyetujui tawaran terakhir berasal dari Israel untuk mewujudkan gencatan senjata di jalan Gaza.
Blinken terhitung menyalahkan Hamas atas penundaan kesepakatan gencatan senjata. Abu Zuhri menyebut pernyataan Blinken itu tidak adil, dan menyindirnya sebagai Menlu Israel bukan Amerika.

“Komentar Blinken bertentangan bersama kenyataan. Tidak aneh jikalau Blinken di kenal sebagai Menteri Luar Negeri Israel. Bukan Amerika, bersama melontarkan pernyataan layaknya itu,” ucap Abu Zuhri dikala bicara kepada Reuters

Qatar: Hamas Akan Memberikan Tanggapan

Desakan Menlu AS Atas Gencatan Senjata di Gaza

Seorang sumber yang mengetahui proses perundingan yang dapat berlangsung. Mengatakan bahwa mediator Qatar memperkirakan bahwa Hamas dapat mengimbuhkan jawabannya di dalam satu atau dua hari kedepan. Pejabat senior, Al-Hindi, di dalam pernyataannya menyebut. “Ada keperluan besar berasal dari Hamas dan seluruh faksi perlawanan Palestina untuk mengakhiri perang gila pada rakyat Palestina, yang memusnahkan segalanya”. Dilansir dari https://ivysinglesdc.com/

Seorang pejabat senior Hamas, yakni Suhail al-Hindi”. Mengatakan kepada AFP bahwa kelompoknya dapat “menyampaikan respon mereka bersama mengetahui di dalam sementara yang amat singkat,”. Meskipun tak disebutkan secara tentu kapan perihal itu di perkirakan dapat terjadi. Berbicara kepada AFP via telephone berasal dari wilayah yang di rahasiakan. Al-Hindi menyebut tetap amat dini untuk menyebutkan apakah utusan Hamas.

Yang baru kembali berasal dari perundingan terakhir di Kairo, Mesir, merasakan terdapatnya kemajuan. Dia tekankan bahwa tujuannya adalah untuk mengakhiri perang ini. Namun tampaknya perihal selanjutnya bertentangan. Dengan niat Israel untuk melancarkan serangan-serangan besar ke jalan Gaza bagian selatan. terutama Rafah, demi memusnahkan batalion Hamas yang tersisa.

Hamas Ingis Gencatan Senjata di Gaza Permanen.

Desakan Menlu AS Atas Gencatan Senjata di Gaza

Kelompok Hamas membuka nada menanggapi tawaran Gencatan Senjata di Gaza. Gencatan senjata selanjutnya diajukan oleh Israel bersama sementara yang amat singkat.
Namun Hamas terhitung tekankan bahwa gencatan senjata wajib terjadi secara permanen. Saat ini tengah perhitungkan tawaran gencatan senjata selama 40 hari di jalan Gaza. Yang melibatkan pertukaran para sandera yang tersisa bersama sejumlah besar tahanan Palestina yang ditahan di penjara Israel.

“Tetapi itu tidak dapat ditunaikan bersama biaya apapun. Selama perang tetap berlanjut, saya yakin perlawanan Palestina sudah bicara soal Masalah ini,” ucapnya.

“Hamas terbuka untuk dialog apa pun bersama para mediator. Baik Mesir atau Qatar, dan terhitung terbuka pada seluruh inisiatif untuk mengakhiri perang pada rakyat Palestina. Namun di dalam suasana yang amat mengetahui yang tidak mampu diabaikan.” Tegas Al-Hindi.

“Rakyat palestina yang sudah bertahan selama lebih berasal dari 200 hari. Dalam suasana apa pun tidak boleh mengibarkan berdera putih atau menyerah pada kriteria musuh Israel. Martabat dan Kehormatan kita menampik untuk berkompromi,” imbuhnya.

Konflik Israel – Palestina: Puluhan Mayat Ditemukan di Lingkungan daerah Gaza

Konflik Israel – Palestina, Puluhan Mayat Ditemukan di Lingkungan daerah Gaza. Puluhan mayat ditemukan di lingkungan daerah Gaza, pertahanan sipil mengatakan mayat-mayat lainnya masih tertimbun reruntuhan setelah sebagian pasukan Israel ditarik dari Tal al-Hawa, Shujayea.

Puluhan jenazah warga Palestina telah ditemukan dari lingkungan Tal al-Hawa setelah pasukan Israel mundul dari beberapa bagian kota Gaza, kata petugas penyelamat Palestina.

“Tim pertahanan sipil Gaza bergerak untuk menyelamatkan korban yang selamat. Mereka juga menemukan puluhan korban tewas. Sebagian besar korban yang tewas adalah keluarga, wanita, dan anak-anak. Beberapa mayat dimakan anjing,” kata juru bicara pertahanan sipil Gaza Mahmoud Basal pada hari Jumat.

Konflik Israel – Palestina: 60 Jenazah Ditemukan di Wilayah Kejadian

Konflik Israel - Palestina, Puluhan Mayat Ditemukan di Lingkungan daerah Gaza

Setidaknya terdapat 60 jenazah setelah dihitung. Beberapa jenazah dikubur di tempat kejadian. Sedangkan lainnya dibawa ke rumah sakit terdekat. Baca Juga “Serangan udara Israel di al-Mawasi

Pasukan Israel telah memasuki lingkungan tersebut minggu ini setelah memerintahkan warga sipil untuk mengungsi pada hari Senin. “Banyak mayat yang masih berada di bawah reruntuhan. Pasukan Israel ditempatkan di dekatnya dan upaya penyelamatan terganggu secara berkala,” kata Basal.

Penemuan mayat ini terjadi setelah pasukan Israel mundur dari daerah Shujaeya di Kota Gaza. Di hari Kamis, Basal juga mengatakan tim pertahanan sipil juga menemukan puluhan mayat disana, seraya menambahkan bahwa daerah tersebut telah menjadi tidak layak huni.

“Telah ada kesaksian terdokumentasi” yang menunjukkan bahwa pasukan Israel menembaki penduduk di lingkungan tersebut meskipun berada di jalur evakuasi yang ditentukan, katanya.
Sebagai rumah bagi lebih dari seperempat penduduk Gaza sebelum perang, Kota Gaza sebagian besar rata dengan tanah pada akhir 2023, tetapi ratusan ribu warga Palestina telah kembali kerumah mereka di runtuhan sebelum Israel sekali lagi memerintahkan mereka untuk pergi.

Hamas, Kelompok Palestina yang memerintah Gaza, menuduh pasukan Israel melakukan “kekejaman” dan meminta pertanggung jawaban internasional. Dalam sebuah pernyataan, kelompok tersebut menuduh Israel melakukan “Pelanggaran Kejam” di kota Gaza.
“Kekejaman yang terungkap setelah penarikan pasukan penjajah teroris dari Tal al-Hawa di barat daya Kota Gaza. Setelah berhari-hari penyerbuan dan pemboman hebat yang menargetkan semua aspek kehidupan, adalah kejahatan perang genosida dan pembersihan etnis,” kata Hamas.

Hamas juga menyerukan keluhan nya kepada PBB serta Masyarakat Internasional untuk segera mengambil tindakan atau langkah-langkah. Guna mengakhiri “perang pemusnahan” yang dilancarkan Israel terhadap bangsa Palestina.

Menghentikan Perundingan Gencatan Senjata

Saat pasukan Israel meningkatkan serangan di wilayah utara Gaza. Mereka juga terus menargetkan setiap wilayah di selatan daerah kantong yang terkepung itu.
Di Khan Younis, serangan udara Israel menewaskan sedikitnya empat pekerja dan bantuan dari organisasi kemanusiaan Inggris Yayasan Al-Khair. “Mereka ditargetkan di titik distribusi saat mereka tengah bersiap mendistribusikan bantuan di Khan Younis.” Kata Hind Khoudary dari Al-Jazeera, yang melaporkan dari Deir el-Balah.

Zona Aman Gaza: Bom Israel Menewaskan, Melukai Lebih Dari 350

Terjadi Pembantaian zona aman gaza di Kamp. Khan Yunis. Israel mengebom zona aman waga Palestina yang mengungsi di Kamp. Khan Yunis, selatan jalur gaza. Kejadian tersebut menewaskan serta melukai lebih dari 350 jiwa. Setidaknya, lebih dari 50 warga Palestina tewas pada Sabtu, ketika pasukan pendudukan Israel menargetkan tenda-tenda pengungsi di khan yunis, selatan jalur gaza. Sebuah wilayah yang sebelumnya ditetapkan sebagai aman.

Israel Targetkan Rudal ke Kamp-Kamp sebelah Barat Khan Yunis yang Termasuk Zona Aman Gaza

Israel mengebom zona aman waga Palestina

Al-Jazeera melaporkan bahwa tentara Israel melakukan serangan brutal dengan lima rudal terhadap kamp-kamp pengungsian di sebelah barat khan yunis, yang mengakibatkan puluhan orang tewas dan terluka.
Sumber-sumber medis mengonfirmasi bahwa pemboman itu menyebabkan lebih dari 50 kematian dan sejumlah besar luka-luka. Kantor media pemerintah Gaza mengumumkan bahwa diantara para korban terdapat anggota pertahanan sipil,

Kantor tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tim bantuan masih bekerja untuk mengambil jenazah dan membantu yang terluka dari lokasi pemboman. Dan mencatat bahwa pembantaian itu terjadi ketika rumah sakit kewalahan dan tidak mampu menampung jumlah korban.
Seorang pejabat di rumah sakit Nasser memberi tahu Al-Jazeera bahwa pihaknya telah menerima lebih dari 20 jenazah dan sejumlah korban luka, yang mengonfirmasi ketidakmampuan rumah sakit untuk menerima lebih banyak pasien.

Tentara Israel pada sebelumnya mengklasifikasikan daerah yang ditargetkan sebagai aman dan mengarahkan orang-orang yang mengungsi untuk mencari perlindungan disana. Al-Jazeera juga melaporkan bahwa jumlah korban tewas akibat pemboman Israel tadi malam terhadap rumah keluarga AL-Ra’i di Deir al-Balah. Di Gaza tengah telah meningkat menjadi lima, termasuk dua anak-anak. Selain itu, dua orang tewas dan lainnya terluka ketika tentara Israel mengebom sebuah rumah di dekat Universitas Islam, sebelah timur khan yunis.

Seorang pria Palestina dan istrinya yang sedang hamil juga tewas ketika rumah mereka di timur khan yunis di bom. Sementara itu, 10 orang lebih dilaporkan luka-luka akibat pemboman tersebut yang menargetkan rumah di jalan Al-Ishrin. Di kamp Nuseirat di Gaza bagian tengah. Beberapa korban luka dibawa ke rumah sakit Al-Awda di kamp tersebut. Sementara yang lainnya dipindahkan ke rumah sakit syuhada Al-Aqsa di Deir al-Balah

TV Al-Aqsa melaporkan bahwa pesawat Israel melakukan serangan udara dahsyat di utara kamp pengungsi Nuseirat. Di Gaza tengah yang mengakibatkan cedera ketika sebuah rudal menargetkan sebuah rumah di dekat sekolah Al-Riyadh.

Genosida Yang Berlangsung

Israel mengebom zona aman waga Palestina

Genosida yang sedang berlangsung saat ini sedang di adili di Mahkamah Internasional atas tuduhan genosida terhadap warga Palestina. Israel telah melancarkan serangan perang yang menghancurkan di Gaza sejak 7 Oktober. Dikutip oleh IVYSINGLESDC

Kementrian Kesehatan Gaza angkat bicara soal hal tersebut. Menurutnya, 38.345 warga Palestina telah terbunuh, dan 88.295 terluka dalam genosida Israel yang sedang berlangsung di Gaza. Yang dimulai pada 7 Oktober.

Selain itu, sedikitnya 11.000 orang belum diketahui keberadaannya, diduga tewas tertimbun reruntuhan rumah mereka di seluruh wilayah strip.

Israel Bebaskan 33 Tahanan Palestina Dan Pemimpin Hamas

Israel bebaskan 33 tahanan Palestina serta Pemimpin Hamas senior yakni Aziz Dweik dari jalur gaza pada Kamis, 20 Juni 2024.

“Seluruh tahanan yang di bebaskan lalu mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa dengan kondisi penuh luka-luka siksaan. Menurut laporan reporter Anadolu, Seluruh tahanan di bebaskan di sebelah timur Deir Al-Balah, tepat nya di jalur Gaza bagian tengah.
Kemudian di hari yang sama, Kelompok Perlawanan Palestina, Hamas, mengeluarkan “kesaksian mengerikan tentang pelanggaran berat” yang telah di alami oleh para tahanan palestina di penjara-penjara zionis israel setelah pembebasan beberapa tahanan Palestina dari Gaza oleh otoritas israel pada Kamis 20 Juni 2024.

Hamas mengatakan, “Laporan terbaru datang dari beberapa warga Palestina dari Gaza yang di bebaskan pada Kamis.
Dari pusat penahanan Sde Teiman.”
“Pusat penahanan ini penuh sesak dengan ribuan tahanan Palestina di dalamnya. Yang di ambil paksa oleh (Pendudukan Israel) di jalur Gaza,” ungkap Hamas.
Totalnya sebanyak 36 tahanan palestina yang ditahan oleh pasukan israel pada 7 Oktober kemarin telah meninggal akibat penyiksaan dan kondisi yang buruk di penjara-penjara Israel. Menurut kantor Media Gaza pada Kamis.

Tentara Israel diyakini telah menahan ribuan warga Palestina, tidak hanya laki-laki tapi termasuk perempuan dan anak-anak. Bahkan para petugas medis di tengah serangan mematikannya di daerah kantong itu. Puluhan tahanan yang di bebaskan tentara Israel dalam beberapa pekan terakhir telah menggambarkan penyiksaan dan penganiayaan selama interogasi saat berada dalam tahanan.

Israel bebaskan 33

Israel Tangkap Pimpinan Senior Hamas

Pada Rabu, pasukan Israel menahan Dweik setelah menyerbu rumahnya di lingkungan El-Gamaha, Hebron, yang terletak di tepi Barat Selatan. Media Palestina melaporkan pasukan Israel menggunakan granat kejut dan gas air mata secara ekstensif. Selama penyerbuan di kediaman Dweik yang berusia 75 tahun.
Dweik akhirnya dibebaskan kembali kurang dari sepekan setelah delapan bulan penahanan administatif.
Dalam pernyataan, Hamas mengutuk penangkapan Dweik kembali,menggambarkannya sebagai “brutal dan pembalasan”.

Israel Langgar Resolusi Dewan Keamanan PBB

Israel benar-benar melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB, yang menuntut gencatan senjata segera.
Selain itu Israel juga telah menghadapi kecaman Internasional di tengah serangan brutalnya yang terus berlanjut di jalur Gaza. Sejak serangan 7 Oktober 2003 oleh Hamas. Israel telah membunuh lebih dari 37.400 warga Palestina di Gaza, sebagian besar dari mereka adalah wanita dan anak-anak. Rezim Penjajah Zionis ini juga melukai lebih dari 85.500 orang lainnya, menurut otoritas dinas kesehatan setempat. Sudah lebih dari delapan bulan dalam genosida Israel, sebagian besar wilayah Gaza hancur. Di tengah blokade makanan, air bersih, dan obat-obatan yang melumpuhkan.

Gaza

Israel di tuduh melakukan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ). Yang dalam putusan terbarunya telah memerintahkan Tel aviv untuk segera menghentikan operasinya di Kota bagian selatan Rafah. Tempat lebih dari satu juta warga Palestina mencari perlindungan dari perang. Namun Rafah juga di invasi pasukan Zionis Israel sejak 6 Mei hingga sekarang. Perlintasan Rafah masih di tutup dan dikuasai pasukan Zionis.

Untuk membaca artikel lainnya klik disini!!

All Eyes on Rafah

Akhir-akhir ini media sosial sedang ramai dengan posingan dan kata-kata “All Eyes On Rafah”.
apa arti eyes on rafah yang ramai belakangan ini di media sosial?
All Eyes On Rafah adalah salah satu kata yang sedang ramai di media sosial. Hal ini disebabkan lantaran serangan Israel di perbatasan rafah sejak Senin, (6/5) malam hari. Menewaskan 27 orang, termasuk 6 wanita dan 9 anak-anak.
Beberapa video dari rafah menunjukan aktivitas serangan militer Israel yang Intens di area tersebut. Terutama bagian Timur rafah dan sekitar perlintasan menuju mesir.

All Eyes on Rafah

Dimana letak Rafah?

Rafah terletak di bagian selatan Gaza, dan berjarak 30 kilometer di sebelah barat daya kota Gaza. Kota Rafah berbatasan langsung dengan Mesir. Rafah adalah kota kuno yang dikenal sebagai gerbang utara Sinai, Menghubungkan Mesir dengan levant yang kini mencakup Palestina,Israel,Lebanon,Suriah, dan Yordania.
Luas Kota Rafah ialah sekitar 60 kilometer persegi dengan populasi mencapai 191 ribu jiwa pada tahun 2021. Namun, kini populasi Kota Rafah diperkirakan terdiri dari 1,5 juta orang Palestina. Rafah adalah wilayah paling selatan di Gaza yang berbatasan dengan semenanjung Sinai di Mesir. Rafah merupakan tempat berlindung bagi jutaan pengungsi dari wilayah lain di Gaza untuk menghindari serangan Israel.

All Eyes On Rafah

Lalu, apa artinya All Eyes On Rafah?

Dikutip dari https://ivysinglesdc.com/all-eyes-on-rafah/ All eyes on rafah adalah suatu slogan seruan dari masyarakat dunia untuk memperhatikan apa yang terjadi di Rafah. Dan tidak bisa mengabaikan hal hal yang terjadi di Rafah. Seruan itu pun muncul saat israel menyerang rafah pada Febuari 2024.
Kemudian, para pendukung palestina mulai menyerukan seruan All Eyes On Rafah setelah perdana mentri Israel. Benjamin Netanyahu menyatakan pasukan nya akan maju ke Rafah, sebuah kota di mana sekitar 1,4 juta warga palestina mencari perlindungan. Berduka atas kehidupan anak-anak palestina yang meninggal hingga saat ini.

Selain itu, All Eyes On Rafah juga menggambarkan ketegangan di kota tersebut. Yang nasibnya mungkin ditentukan oleh keberhasilan atau kegagalan perundingan yang dimediasi oleh Mesir, AS, dan Qatar. Mengenai kemungkinan kesepatakan genjatan senjata, termasuk pembebasan sisa sandera Israel oleh Hamas. Bersamaan dengan pembebasan tahanan palestina yang dipenjara oleh Israel.

Bagaimana awal mula slogan “All Eyes on Rafah” ?
/>Insiden mematikan di Rafah menyebabkan orang-orang mengunggah rekaman video Richard Peeperkom. Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia di wilayah palestina yang diduduki Israel.
Saat berbicara kepada wartawan pada bulan febuari, dia mengatakan bahwa “Semua mata tertuju pada Rafah”. Yang mengacu pada aksi pasukan Israel.
Dari markas besar PBB di Jenewa. Peeperkom mengaku khawatir “Bencana yang besar terjadi” jika tentara Israel melakukan serangan besar-besaran ke kota tersebut.

Catatan Korban Konflik Di Jalur Gaza

Konflik antar Israel dan Palestina kembali terjadi, kelompok milisi palestina, Hamas baru saja melancarkan serangan balasan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada 7 Oktober 2023. Aksi tersebut dilakukan dengan mengerahkan sebagian pasukan bersenjata yang menyusup ke sebagian wilayah warga sipil israel yang berada dekat jalur Gaza.
Pada serangan tersebut, setidaknya lebih dari 1.300 warga israel tewas. 203 diantaranya tentara, warga sipil, dan perempuan.

Hamas-Israel

Namun, di sisi Palestina, lebih dari 5.000 warga dinyatakan tewas menjadi korban akibat serangan balik udara dan artileri militer Israel. Menurut ivysinglesdc.com laporan dari Palestinian Central Bureau of Statistics (PCBS). Sejak pecah konflik pada 7 Oktober 2023. Jumlah korban tewas akibat gencatan senjata di palestina mencapai 36.000 jiwa. Dan 85.000 lainnya luka-luka. 36.000 korban jiwa berada di jalur gaza, sedangkan 509 lainnya berada di tepi barat. Pemberitaan media massa mencatat dalam 100 hari pertama konflik, 10.181 korban perempuan tewas oleh Israel. Dan lebih dari 1000 korban anak-anak Palestina terbunuh di Gaza. Jumlah pengungsi di Gaza pun mencapai 1,2 juta jiwa. Sebagian dari mereka sudah mengungsi beberapa kali mencari ruang aman. Komnas perempuan mengingatkan bahwa agresi militer bersenjata yang menyasar warga sipil, pekerja kemanuasiaan, pekerja medis dan pemukiman penduduk merupakan pelanggaran Ham Humanter Internasional.

Apa Yang Dilakukan PBB pada Konflik Di Gaza?

Dewan Pengamanan PBB telah mengeluarkan resolusi No. 2728 tahun 2024. Tentang genjatan senjata di gaza. Dan menjamin akses kemanusiaan ke Gaza. Namun hingga saat ini para pihak terkait tidak menjalankannya dan Israel terus melancarkan operasi militer dan mengancam warga sipil. Mahkamah Pidana Internasional (ICC) juga telah mengeluarkan tuduhan kejahatan perang dan surat perintah penangkapan terhadap para pemimpin Israel dan Hamas pada 20 Mei lalu, namun peringatan tersebut tidak mendapat perhatian, khususnya oleh Israel selaku penyerang.
Konflik Israel-Palestina ini adalah yang terbaru dari pertikaian kedua belah pihak terpanjang dari 7 dekade terakhir.
Sepanjang sejarah, wilayah tersebut telah dilanda serangkaian konflik bersenjata. Termasuk beberapa perang yang menentukan dinamika hubungan Israel-Palestina.

konflik

Dimana Letak dan Konflik Jalur Gaza?

Jalur Gaza terletak di sebidang tanah atau daerah sempit yang diambil antara Israel dan Laut Mediterania, yang berbatasan dengan Mesir di bagian Selatan.
Dengan panjang 41km dan lebar 10km. Wilayah ini dihuni lebih dari 2.000.000 penduduk. Menjadikannya sebagai salah satu tempat terpadat di dunia.
Setelah perang pada 1948-1949, Gaza di duduki oleh Mesir hingga 19 tahun.
Pada 1967, Israel menduduki Gaza dan bertahan hingga 2005. Dalam jangka waktu yang cukup lama, Israel membangun pemukiman Yahudi di wilayah tersebut. Israel menarik pasukan serta pemukimnya di tahun 2005. Meskipun mereka tetap memegang kendali atas wilayah udara, perbatasan, serta garis pantai bersama.
Namun, PBB tetap menganggap wilayah tersebut masih di duduki Israel.